Kaleidoscope 2010

Hi 2011, perkenalkan nama saya pram, meski org memanggilku dgn berbagai nama, cara, kebiasaan dan bahkan merasa sdh mengenalku dgn baik. Dalam hidupku yg baru seumur jagung ini, sdh dpt kurasai ilmu pengetahuan telah memberikan sesuatu restu yg tak ternilai harganya : Ilmu pengetahuan yg sejati, kudapatkan mulai dari bangku sekolah sampai suka-duka kehidupan, mereka semua menghampiri dari sinar segala penjuru arah, seolah mereka mendekat tanpa henti, menembus batas-batas identitas yg selama ini dibuat manusia. Saya tidak lagi membutuhkan dogma dan pelbagai daftar panjang tentang apa yg harus dilakukan, dan apa yg tidak boleh. Pengetahuan ini sdh cukup bagiku untuk memilah dan menentukan pilihanku sendiri, karena saya tidak diperbudak oleh pengetahuan itu sendiri. Pengetahuan ini membebaskan saya, dan tidak hanya mengajarkan kedamaian, namun jg mendamaikan sanubari saya.

Saya tdk tahu akan diberikan hidup oleh Tuhan sampai kapan, tetapi permohonanku kepada-Nya, semoga hidupku ini bermanfaat, bermanfaat bagi ibu pertiwi, alam, sesama manusia, dan org yang saya cintai. Inilah permohonanku yang selalu saya panjatkan ditiap2 kali sembahyang. Saya hanya minta ditunjukkan jalan yg benar, hal berjalannya harus saya jalani sendiri, saya tidak mau minta digendong oleh Tuhan.

Maafkan !, saya bknlah penyair salon yg duduk diam, dan pandai bersajak indah tentang anggrek dan rembulan. Saya musti belajar turun ke jalan, memahami kondisi dan merumuskan keadaan. Tahap demi tahap harus saya jalani dgn penuh kesadaran, senang-sedih selalu dtg silih berganti, pun ditengah persimpangan jalan terjebak kebimbangan, dan saat itu akan tahu jikalau saya sedang tumbuh sbg manusia. Dengan pengetahuan sejati diatas, saya belajar untuk memenuhi dorongan dasar sebagai manusia normal, yaitu kebutuhan materiil dan non-materiil. Kebutuhan materiil seperti keamanan sosial berupa uang dan kekayaan materiil lainnya, dan kebutuhan non-materiil berupa kesehatan, pendidikan, makan, dll. Sadar tanpa pilar ini, dan dijaman skrg ini kebahagiaan dan makna hidup akan terasa hambar. Tidak mungkin kan hidup hanya dengan bekal kebijaksanaan atau ilmu pengetahuan saja bukan?! tanpa disokong oleh kekayaan materiil dan non-materiil diatas (*Ayah saya bs jd tdk setuju akan point ini). Tapi 2 kebutuhan diatas terasa mengawang-awang dan bs menjatuhkan jikalau tidak berada diatas fondasi ilmu pengetahuan sejati tersebut. Saya menyadari, semua pada akhirnya akan bermuara pada pembebasan jiwaku sbg serpihan kecil ciptaan Yang Agung.

Saya (spt halnya kita semua) akan belajar menjadi pribadi yang lebih baik.

1 Tahun kemudian catatan pendek ini akan kubaca lagi dan kupelajari kembali, mungkin saja berubah lain dari aslinya. Tak kepalang tanggung, bagaimana kemudian hasilnya….hari depan memang selalu menggoda, dan saya hanya mau memfokuskan diri dgn sebaik-baiknya utk hari ini saja, tanpa terjebak akan hari esok dan kemarin.

Terimakasih 2010, ijinkan aku mengenalmu 2011.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.