Kaledoskop 2012

Fiuhhh….waktu lekas sekali berlalu jikalau saya menoleh kebelakang catatan terakhir ditahun 2011.

Never hello without goodbye, inilah sifat alamiah yang menjadi bagian dari siklus nafas kehidupan.

2011, saya seperti kita semua tentu banyak belajar, menemukan pengalaman: rentetan kebahagiaan, ataupun kekecewaan.

1 Hal yang masih ter ngiang ditelinga, adalah tulisan di hard rock cafe  Plaza Indonesia “Love All Serve All”.

Mudah diucapkan namun tak mudah dijalankan memang, tapi jikalau segala sesuatu baik perasaan ataupun pikiran yang ada dikita hanya berdasarkan “aku…aku aku dan aku”, dalam arti semua yang kita rasakan tergantung terhadap bagaimana orang2 dan lingkungan bersikap kepada kita, maka hidup ini akan terasa sangat EGO dan TEROMBANG AMBING. Sebaliknya :

Mencoba belajar untuk mencurahkan hidup sebagai pengabdian/melayani, maka kita merasa bahagia ketika kita bisa memberikan sesuatu kebagiaan atau apapun kepada orang lain, memberi-memberi-memberi dan memberi, dan jika dalam proses ini kita merasakan kebagiaan, hidup ini rasanya sungguh indah dan lega. Sebaliknya, kesedihan muncul jikalau kita kehilangan jiwa charitable ini, lebih dari sekedar memberikan charity, tapi being charitable lah kebahagiaan yang saya rasakan datang. Pelajaran ini saya dapatkan dari Mother Theresa dan Mahatma Gandhi.

Kemudian dalam proses menjalaninya, beberapa minggu ini saya kembali diingatkan oleh kawan lama saya bernama Randi Pausch, dalam commencement nya beberapa minggu sebelum meninggal, dia mengatakan berpesan bahwa, tidak tergantung pada berapa lama kita hidup didunia ini, tapi bagaimana memanfaatkan hidup ini dengan baik, dan tiap langkah dan nafas harian kita selalu memperkaya “JIWA” kita, sampai kita menyadari akan betapa pentingnya kita bagi orang-orang disekeliling kita, apa yang bisa kita berikan untuk membahagiakan orang yang kita cintai, itulah makna kebahagiaan itu sendiri yang sesungguhnya. Dan sungguh bahagia tampaknya kawan saya itu, bahwa dia telah mencapai kebahagiaan lewat membahagiakan, membantu dan merealisasikan mimpi orang-orang diseklilingnya (*yang notabene merupakan impian masa kecilnya juga). Semua bisa dilakukanya karena baginya setiap hari sungguh ia manfaatkan utk tujuan diatas tadi. Akhirnya ia tak lagi merasa sedih dan repot memikirkan ini itu menjelang hari-hari terakhirnya menuju sang pencipta.

Jikalau berbicara penderitaan, kekecewaan, dan sejenisnya, tentu dengan mudah setiap orang bisa menjelaskan panjang lebar, mengurutkan ribuan jumlahnya, namun saya selalu mencoba mengiatkan diri, dibalik penderitaan-penderitaan itu, tentu banyak orang yang jauh lebih menderita dan tidak beruntung dibandingkan kita, patutlah kita syukuri apapun yang kita punya saat ini, lebih dan kurangnya adalah masalah waktu.

Yakinlah jika kita dpt melakukan hal hal kecil yg baik maka kita dpt pula melakukan hal2 besar dgn baik, oleh karena itu tepatilah waktu kita dgn penuh kesungguhan dan keikhlasan, sesungguhnya hakikat keberhasilan berada pada proses menuju keberhasilan itu sendiri.

Terimakasih atas pelajaran berharganya :)

Tetap berusaha 2012 :-)

KAIST, 1st January 2012: 1.15 AM

 

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.